Oleh: dr. Alfiben SpOG

Dr.Alfiben adalah dokter spesialis SpOG di Rumah Sakit Permata Depok, Jalan Raya Muchtar No. 22 Sawangan.

Apakah itu kanker mammae dalam kehamilan?

Kanker mammae merupakan salah satu keganasan yang sering dijumpai selama kehamilan. Kejadian sekitar 3 dalam 10.000 kehamilan selama kehamilan dan nifas, sedangkan 3% penderita kanker mammae mengalami kehamilan.

Efek kehamilan terhadap perjalanan kanker mammae dan prognosisnya sangatlah kompleks. Selama kehamilan terjadi peningkatan progesteron dan estrogen yang masif. Beberapa bukti meperlihatkan bahwa semakin tinggi estrogen dapat mengakibatkan kanker mamma pada masa datang, sedangkan progesteron bersifat protektif. Namun penghentian kehamilan tidak berpengaruh terhadap perjalanan dan prognosis kanker mamma.

Kanker mammae tidak mempengaruhi kesuburan perempuan dan kehamilan. Dipihak lain juga tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kehamilan mempengaruhi perjalanan kanker mammae

Diagnosa Penyakit

Diagnosis dini pada kehamilan sering sulit dan luput dari perhatian karena perubahan yang terjadi pada kelenjar mammae selama kehamilan dan nifas, dimana mammae membesar dan terjadi bendungan air susu. Maka kewaspadaan kanker mamma selama kehamilan dan menyusui harus tetap ada.

Pendekatan diagnosis kanker mammae selama kehamilan sama dengan wanita yang tidak hamil. Beberapa massa mammae yang mencurigakan selama kehamilan harus segera dicari penyebabnya dengan menggunakan USG, aspirasi jarum halus kalau perlu biopsi.

Mammografi dilakukan jika ada indikasi, radiasi yang terpapar hanya 0,004 cGy tidak membahayakan janin, namun mesti disadari nilai negatif palsu mammografi 35 – 40%. MRI sangat membantu diagnosis. Diperlukan perlindungan terhadap bayi dari radiasi pada abdomen.

Apabila dengan pemeriksaan USG dan mammografi terhadap massa yang mencurigakan belum dapat ditegakkan diagnosis, maka pemeriksaan biopsi harus dilakukan. Teknik biopsi core merupakan teknik yang ideal. Aspirasi jarum halus juga merupakan  alternatif dan diperlukan seorang ahli patologi yang berpengalaman dalam kanker mammae dalam kehamilan.

Pengobatan dan Pencegahan

Secara umum, pengobatan bersifat individual bergantung pad saat kasus ditemukan termasuk (1) usia gestasi (2) stadium (3) patologi tumor (4) reseptor tumor (5) keadaan kelenjar limfe dan (6)  jumlah anak.

Stadium I dan II operasi radikal dengan atau tanpa radiasi, terapi hormonal atau kemoterapi. Stadium III dan IV hanya dilakukan operasi simple untuk paliatif terhadap nyeri dan dilanjutkan dengan, radiasi, kemoterapi dan hormonal.

Bila ditemukan pada trimester pertama dan kedua maka dilakukan terminasi kehamilan pada stadium lanjut dan metastase kelenjar. Kemoterapi dan radiasi sebaiknya diberikan setelah melahirkan karena merupaka kontra indikasi selama kehamilan.  Pada trimester tiga kehamilan diterminasi jika janin telah matur, pasca persalian dilanjutkan dengan radiasi dan kemoterapi laktasi dihentikan apabila diberikan kemoterapi.

Cara penanggulangan yang terbaik adalah dengan melakukan radikal mastektomi ataupun simple mastektomi diikuti dengan radiasi.  Abortus provokatus tidak mempengaruhi perjalanan kanker mamma dan kemungkinan metastase. Walaupun masih ada anggapan bahwa kehamilan akan memperberat perjalanan kanker mamma, sehingga dilakukan terminasi kehamilan pada trimester pertama dan kedua.

Survaival penderita kanker mammae baik yang ditemukan dalam kehamilan maupun yang bukan relatif sama dan apabila sudah ada metastase ke aksila maka prognosisnya menjadi lebih buruk.

Wanita yang telah mengalami mastektomi tetap dapat hamil dan prognosis kanker mammae tetap sama dengan wanita lain yang tidak hamil. Sebaiknya ditunggu 3 tahun setelah dibuktikan tidak adanya metastase pada kelenjar aksila dan 5 tahun apabila ditemukan adanya metastase ke kelenjar aksila.  Tidak ada juga bukti bahwa tindakan kastrasi akan memperlambat atau menghalangi terjadinya metastase dan prognosisnya menjadi lebih baik.

Penelitian membuktikan bahwa kanker mammae tidak ada perbedaan pada wanita hamil dengan wanita yang tidak hamil, prognosis semata ditemukan oleh stadium ditemukan dan ditanganinya kanker mammae.

Kesimpulan dan Saran

 

Jadi satu satunya cara untuk memperbaiki prognosis kanker mammae adalah dengan melakukan diagnosis dini dan penanganan secepatnya termasuk pada wanita hamil. Setiap kecurigaan harus diikuti dengan pemeriksaan untuk memastikannya memakai USG, mammografi, biopsi dilanjutkan dengan analisa potong beku.