SEPUTAR IMUNISASI IBU HAMIL

Apa Saja Imunisasi untuk Ibu Hamil ? Dan Aman kah ?

Dalam 20 minggu pertama kehamilan akan terjadi penurunan kadar hormone yang akan menurunkan kekebalan tubuh bunda hamil. Ini tentu akan membuat bunda rentan terkena penyakit yang bisa membahayakan bunda sekaligus janinnya.

Mengenai imunisasi apa saja yang dibutuhkan oleh ibu hamil, umumnya dokter akan memberi rekomendasi saat bunda control kehamilan. Namun kami memberikan gambaran apa saja imunisasi – imunisasi itu agar bunda tidak penasaran.

 

DARI HEPATITIS B HINGGA TETANUS

Imuninasi pada ibu hamil dibagi menjadi 2 kategori yaitu pemberian rutin dan pembelian karena perjalanan.

Pemberian Rutin :

Berdasarkan CDC ( Centre for Disease Control and Prevention ) yang termasuk  imunisasi rutin adalah :

·         Hepatitis B

Ibu Hamil akan diperiksa kadar HBsAg dan Anti Hbs nya ( reaksi antigen – anti bodi ). Jika  hasil Anti-HbsAg-nya positif, bunda tidak perlu imunisasi lagi karena sudah mempunyai zat antibody/ kekebalan hepatitis B. Bila tidak ada infeksi dan belum mempunyai antibody, makavaksin hepatitis B dapat diberikan kepada ibu hamil.

ü  Biasanya setelah imunisasi, timbul demam ringan dan nyeri pada bekas suntikan

ü  Penggunaan vaksin hepatitis B dapat dimaksimalkan pada wanita hamil yang memiliki risiko terkena penyakit hati akibat virus hepatitis B ini. Contoh, memiliki lebih dari satu pasangan seks selama 6 bulan sebelumnya, telah dievaluasi atau dirawat karena PMS/penyakit menular seksual, atau pengguna narkoba suntikan.

ü  Vaksin hepatitis B terbuat dari bahan rekombinan yaitu vaksin yang dibuat dengan bahan rekayasa genetika sehingga menyerupai virus hepatitis B. Vaksin ini aman diberikan kepada ibu hamil

ü  Waktu pemberian imunisasi ini adalah pada kehamilan bulan pertama, kedua dan keenam.

 

·         Vaksin Influenza

Rekomendasi Badan Kesehatan Dunia ( WHO) bahwa ibu hamil sehatusnya mendapatkan imunisasi influenza untuk melindungi dirinya dan calon anaknya

ü  Pemberian imunisasi diberikan pada trismester kedua atau ketiga kehamilan. Setelahnya, ibu hamil mungkin mengalami demam ringan, bengkak, dan kemerahan didaerah bekas suntikan.

ü  Lakukan imunisasi saat tubuh benar-benar dalam keadaan sehat. Setelah melakukan imunisasi, lakukan cukup istirahat, makan makanan bergizi, dan jangan dekati orang yang sedang terkena influenza karena akan mudah tertular. Sempatkanlah memeriksakan diri ke dokter jika ibu mengidap flu untuk memastikan flu tersebut tidak membahayakan.

ü  Vaksin ini amat disarankan bagi ibu hamil dengan gangguan pernapasan ( asma ) atau gangguan metabolic.

 

·         Vaksinasi Toksoid Tetanus

ü  Untuk mencegah tetanus neonates ( tetanus pada bayi baru lahir ). Data WHO menyebutkan, lebih dari 180.000 bayi baru lahir meninggal dan lebih dari 30.000 wanita meninggal setiap tahunnya tetanus. Hal ini membuat American Congress of Obstetrics and Ginecologist ( ACOG ) membuat jadwal pemberian vaksin tetanus, setidaknya tiga dosis, yaitu diusia 0 – 6 minggu ( ketika kehamilan dipastikan ), di usia 4 bulan, dan di usia 6 – 9 bulan ( atau di akhir trimester kedua atau ketiga ).

ü  Setelah diimunisasi, bunda biasanya mengalami demam ringan meski jarang terjadi, agak nyeri dan sedikit bengkak pada daerah bekas suntikan.

 

Pemberian karena perjalanan

Imunisasi ini diberikan pada bunda hamil yang akan bepergian.

 

·         Vaksin Meningokokus

Vaksin pencegah meningitis atau radang selaput otak ini terbuat dari bakteri meningococcal yang sudah mati/tidak aktif sehingga aman untuk bunda hamil menderita meningitis, maka kumannya pun dapat menjalar ke otak janin.

Pada ibu hamil, imunisasi ini sebaik nya diberikan setelah trimester pertama untuk menghindari risiko umum yang terjadi pada kehamilan trimester pertama seperti keguguran. Sebaiknya, lakukan imunisasi ini saat tubuh benar-benar sehat meski pada beberapa orang hanya akan muncul demam ringan.

 

BISAKAH DITUNDA

Bila Bunda melontarkan pertanyaan itu, maka jawabannya sebaiknya jangan ditunda. Beberapa ibu hamil tidak pernah mendapat vaksinasi lagi semenjak ia dapat sewaktu kanak-kanak. Imunitasnya cenderung menurun karena dipengaruhi usia, infeksi umum, maupun kehamilan itu sendiri. Dengan menurunnya sistem imun pada wanita di usia 30 tahun, diperlukan imunisasi booster ( vaksin ulangan ). Sementara pada ibu hamil, pemberian vaksin sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya infeksi. Vaksinasi tjuga dapat digunakan untuk mencegah orang-orang di sekitar untuk menjadi sakit.

 

Jadi, siapkan jadwal untuk imunisasi ya Bunda…

 

Post by dr. Hendrivand, SpOG