Oleh :  dr. Mohammad Aulia Herdiyana, SpOT

 

Apa itu osteoporosis ?

Osteoporosis secara harfiah berarti "tulang keropos”. "Porous” berarti “penuh lubang”.

 

Osteoporosis adalah keadaan di mana tulang kehilangan massa yang progresif sehingga menimbulkan resiko fraktur/patah yang meningkat. Penyakit ini biasanya terjadi tanpa disadari setelah beberapa tahun tanpa gejala apapun sampai terjadi patah tulang.

Mengapa saya harus peduli tentang osteoporosis ?

Osteoporosis paling sering terjadi pada wanita yang lebih tua , tetapi pria juga berisiko. Satu dari dua wanita dan satu dari lima pria di atas usia 65 akan mengalami patah tulang karena osteoporosis. Patah tulang ini paling sering terjadi pada pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Patah tulang sering akibat dari jatuh, meskipun orang dengan osteoporosis dapat mengalami patah tulang bahkan ketika melakukan tugas-tugas rumah tangga sederhana.

Patah tulang di tulang belakang Anda dapat membuat Anda lebih pendek dan bongkok.

Patah tulang akibat osteoporosis yang paling serius adalah patah tulang panggul. Sebagian besar pasien dengan patah tulang panggul yang sebelumnya hidup mandiri akan membutuhkan bantuan dari keluarganya. Semua pasien dengan patah tulang  panggul akan membutuhkan bantuan dalam berjalan selama beberapa bulan, dan hampir setengah dari pasien tersebut akan membutuhkan bantuan dalam berjalan selamanya.

 

Apa yang menyebabkan osteoporosis?

Penyebab dari osteoporosis ini sering tidak diketahui pasti, tetapi faktor resiko yang bisa menyebabkan penyakit ini, antara lain:

·         Usia . Semua orang kehilangan massa tulang seiring bertambahnya usia; setelah usia 30, tubuh kehilangan kemampuan membentuk tulang baru untuk menggantikan tulang lama. Meskipun osteoporosis bisa menyerang pada usia dini, usia tua mempunyai risiko yang lebih besar.

  • Etnis. Ras Asia dan kaukasia cenderung akan mengalami osteoporosis.
  • Riwayat keluarga. Jika keluarga Anda memiliki riwayat osteoporosis, Anda mempunyai risiko lebih besar mengalami osteoporosis.
  • Nutrisi. Berat badan rendah dan gizi buruk, termasuk diet rendah kalsium dan vitamin D, akan membuat Anda lebih rentan terhadap keropos tulang.
  • Gaya hidup. Kurang olahraga, merokok, dan konsumsi alkohol terlalu banyak dapat membuat tulang Anda lebih lemah .
  • Obat-obatan. Beberapa obat-obatan; seperti steroid, akan meningkatkan risiko untuk osteoporosis

 

Bagaimana osteoporosis didiagnosis?

Diagnosis osteoporosis biasanya dibuat oleh dokter menggunakan kombinasi dari riwayat medis yang lengkap dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

Sebuah tes kepadatan tulang (Bone Mineral Densitometry) akan membantu dokter mengidentifikasi osteoporosis.

Jika Anda seorang wanita lebih dari 65 atau telah mengalami menopause , Anda sebaiknya melakukan tes kepadatan tulang.

Tes kepadatan tulang ini adalah teknik X-ray yang aman tanpa rasa sakit, membandingkan kepadatan tulang Anda dengan kepadatan tulang puncak seseorang dari jenis kelamin dan etnis  Anda pada usia 20 -25 tahun.

 

Bagaimana saya bisa mencegah osteoporosis ?

Anda dapat mengambil tindakan untuk menjaga tulang Anda sehat dan memperlambat pengeroposan tulang.

Makanlah makanan yang kaya kalsium. Apapun usia atau status kesehatan, Anda membutuhkan kalsium untuk menjaga tulang yang kuat.

Pria dan wanita usia 19 sampai 50 memerlukan setidaknya 1.000 miligram kalsium setiap hari. Setelah usia 50, tubuh Anda membutuhkan 1.200 sampai 1.500 miligram.

Sumber besar kalsium produk susu seperti yoghurt, keju, sereal, tahu dan produk kedelai, sarden, dan sayuran berdaun hijau seperti brokoli.

Suplemen kalsium juga dapat membantu.

Dapatkan cukup Vitamin D ( 200-600 IU/hari ). Vitamin D membantu tubuh Anda menyerap kalsium . Berada di bawah sinar matahari 5 sampai 15 menit seminggu atau meminum multivitamin dapat memberikan cukup vitamin D.

Olahraga. Tulang membutuhkan latihan untuk tetap kuat. Olahraga  selama tiga puluh menit - seperti berjalan, menari atau naik tangga - 3 sampai 4 kali seminggu akan memberikan hasil yang baik .

Menjalani gaya hidup sehat. Merokok dan penggunaan alkohol yang berlebihan telah dikaitkan dengan osteoporosis .

 

Bagaimana osteoporosis diobati?

Pengobatan berfokus pada pencegahan.

Karena tulang hilang tidak dapat diganti, pengobatan untuk osteoporosis berfokus pada mencegah kehilangan tulang lebih lanjut.

Pengobatan biasanya melibatkan ahli penyakit dalam, ahli orthopaedi, dan ahli obstetri dan ginekologi (ahli obgin/kandungan).

 

Pilihan pengobatan

Olahraga, diet seimbang , dan gaya hidup sehat merupakan komponen kunci dari pengobatan osteoporosis . Terapi fisik atau latihan program yang menekankan pelatihan keseimbangan - seperti tai chi dapat membantu untuk mencegah jatuh.

Terapi penggantian estrogen dan obat lain dapat membantu orang dengan osteoporosis untuk meningkatkan massa tulang dan mengurangi risiko patah tulang.

 

Walaupun olahraga dan terapi nutrisi merupakan komponen kunci dalam rencana pengobatan, masih ada pengobatan lain seperti :

  • ·    Calcitonin. Calcitonin adalah pengobatan yang digunakan untuk mengurangi kehilangan tulang,
  • ·    Biphosphonate. Termasuk didalamnya alendronate, yang bisa meningkatkan massa tulang dan mencegah fraktur tulang belakang dan panggul.
  • ·      Estrogen Replacement Therapy. Direkomendasikan untuk wanita dengan resiko tinggi (menopause) yang terkena osteoporosis untuk mencegah kehilangan tulang dan mencegah terjadinya fraktur.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai osteoporosis dapat menghubungi Rumah Sakit Permata Depok dan g siap membantu anda:

dr. Mohammad Aulia Herdiyana, SpOT

 

Prakter setiap Rabu dan Jumat jam 17.00-20.00 WIB